Friday, September 15, 2006

Sajak : Mengenang Musim-Musim Mewangi

i
Dalam usapan dan dakapan
didodoi dasawarsa,
sesekali sergah suara sejarah
sebentar sempat
mengirai cadar
menyentak telinga dan mencelik mata
marhaen sedang merengkuh lazat
menyantap mimpi-mimpi manis.

Gusar gertak sejarah
terukir di langit-langit natijah
sama ada pelangi bahagia mewarnai,
atau halilintar derita menderai
sama ada renyai permai mendamaikan,
atau lebat resah merengsakan.

Warga, segera bergegas cergas
sedar setiap detik berbaur jadam
harus kekar lekap tidak terpadam
warga, segera bergerak pantas
sedar setiap aksara berlapis nuansa
harus mekar tegap tidak tersasar.

Warga, ayuh ke meja fikir
membuka buku takdir
membaca kamus zahir
setelah belajar mengerti
epilog pahit dan getir
suara sejarah yang lahir.

ii
Dirgahayulah bumi pertiwi –
kamar, gebar dan kasur sejarahmu
jarang benar menganyam mimpi-mimpi manis.



Johor Bahru – Kuala Lumpur.
(10 Sept.2006, Berita Minggu)

No comments: